SMAN 1 RAMBATAN ADAKAN KEGIATAN MUHASABAH DAN PARENTING, PERKUAT KARAKTER SISWA DAN SINERGI SEKOLAH DENGAN ORANG TUA

Rambatan, 26 Oktober 2026 — SMAN 1 Rambatan mengadakan kegiatan Muhasabah bagi peserta didik kelas XII serta Parenting bagi peserta didik kelas X dan XI pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun karakter, menumbuhkan kesadaran diri, serta memberikan motivasi kepada peserta didik agar semakin siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang. Kegiatan tersebut menghadirkan Jonli Romel, S.TP., seorang trainer dari CV Berlian Padang Panjang, sebagai pemateri. Melalui penyampaian materi yang penuh motivasi dan refleksi, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menghargai proses, memperbaiki diri, membangun pola pikir positif, serta menyadari bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil hari ini akan memberikan pengaruh terhadap masa depan mereka.
Kegiatan Muhasabah yang diperuntukkan bagi peserta didik kelas XII menjadi momentum penting bagi para siswa untuk melihat kembali perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di bangku SMA. Di tengah perjalanan menuju akhir masa pendidikan, siswa tidak hanya dituntut untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian dan menentukan pilihan pendidikan selanjutnya, tetapi juga perlu melakukan refleksi terhadap sikap, perilaku, kedisiplinan, tanggung jawab, serta hubungan mereka dengan orang tua dan guru. Melalui muhasabah, peserta didik kelas XII diajak untuk menyadari bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesungguhan dalam berusaha, kemampuan menghargai pengorbanan orang tua, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri. Masa sekolah yang telah dilalui hendaknya menjadi pelajaran berharga untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan lebih matang, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Dalam penyampaian materinya, Jonli Romel memberikan motivasi yang mengajak peserta didik untuk memaknai arti keberuntungan dalam kehidupan. Ia menyampaikan sebuah kalimat yang menjadi pengingat bagi para siswa, “Kapan seseorang itu dikatakan beruntung? Kalau dia mendapatkan lebih dari apa yang dia korbankan.” Pesan tersebut mengandung makna bahwa seseorang dapat dikatakan beruntung ketika hasil yang diperolehnya lebih besar daripada pengorbanan yang telah dikeluarkan. Dalam konteks pendidikan, siswa yang bersedia meluangkan waktu untuk belajar, mengurangi kebiasaan yang kurang bermanfaat, menjaga kedisiplinan, dan bersungguh-sungguh dalam menjalani proses pendidikan memiliki kesempatan untuk memperoleh hasil yang lebih baik di masa depan.
Motivasi tersebut sekaligus mengingatkan peserta didik bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja. Ada waktu, tenaga, pikiran, dan kesempatan yang harus dikorbankan untuk mencapai cita-cita. Oleh karena itu, para siswa diharapkan tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mampu menghargai setiap proses yang dijalani. Kegagalan dan kesulitan hendaknya tidak menjadi alasan untuk menyerah, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah dan meningkatkan usaha.
Selain kegiatan muhasabah bagi peserta didik kelas XII, SMAN 1 Rambatan juga mengadakan kegiatan parenting yang diperuntukkan bagi orang tua/wali peserta didik kelas X dan XI.Kegiatan parenting ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, terutama pada masa remaja. Pada fase ini, anak mengalami berbagai perubahan, baik dari segi pola pikir, emosi, pergaulan, maupun cara memandang masa depan. Oleh karena itu, kehadiran orang tua tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga untuk memberikan perhatian, arahan, motivasi, serta teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam mendampingi anak, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dan penuh kepercayaan. Anak hendaknya diberikan ruang untuk bercerita mengenai pengalaman, kesulitan, maupun persoalan yang dihadapinya, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat memahami kebutuhan anak sekaligus memberikan arahan tanpa membuat anak merasa dihakimi. Nasihat yang disampaikan dengan kasih sayang dan keteladanan diharapkan lebih mudah diterima serta diterapkan oleh anak.
Selain itu, kegiatan parenting ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan sekolah. Sekolah berperan memberikan pembelajaran dan membentuk lingkungan pendidikan yang positif, sedangkan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai. Oleh sebab itu, hubungan yang harmonis antara orang tua dan sekolah sangat diperlukan agar pendampingan terhadap anak dapat berjalan secara berkesinambungan.
Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya memberikan dukungan kepada anak, terutama dalam membangun kebiasaan belajar yang baik, mengawasi pergaulan, menanamkan kedisiplinan, serta memberikan motivasi ketika anak menghadapi kesulitan. Orang tua juga diharapkan mampu menghargai proses perkembangan anak dan tidak hanya berfokus pada hasil yang dicapai, sebab setiap anak memiliki potensi, kemampuan, dan proses pertumbuhan yang berbeda-beda.
Video dokumentasi, dapat ditonton melalui reels dibawah ini ya
https://www.instagram.com/reel/De1jdlfzfz1/?xtok=bTRjdHZqZ3E1Zmk5


Users Today : 8
Users Yesterday : 22
Total Users : 26209
Views Today : 20
Total views : 57244
Who's Online : 0
Your IP Address : 216.73.216.169